Seperti yang kita tahu dari berita beberapa hari yang lalu, Mark Zuckerberg, CEO dari Facebook, mengumumkan bahwa ia mengubah nama perusahaannya menjadi Meta Platforms Inc., atau disebut dengan Meta. Ia juga turut mengganti kode saham menjadi MRVS mulai 1 Desember 2021 mendatang.

Rebranding ini termasuk memberikan sinyal dan merangkul ide yang futuristik dengan istilahnya, metaverse. 

Nama Meta dipilih dengan harapan bisa memperkuat posisi raksasa media sosial tersebut di dunia baru Metaverse. Mark Zuckerberg, pendiri Facebook berharap metaverse bisa menjadi masa depan internet. Zuckerberg juga disebut telah menggelontorkan miliaran dolar atau setidaknya $10 miliar(sekitar Rp141 triliun) pada tahun ini saja demi membangun Metaverse.

Proyek besar ini tentu tidak hanya diisi oleh Facebook saja. Perusahaan lain seperti Microsoft dan Nvidia akan mempertimbangkan ikut didalamnya. Tak hanya itu, perusahaan besar video game Fortnite, yaitu Epic Games, telah mengumpulkan US$1Miliar dari investor untuk membantu rencana jangka panjangnya dalam membangun metaverse. 

Lain dari Epic Games, platform game Roblox turut memberikan visinya akan proyek ini. Dimana metaverse akan menjadi tempat dimana orang dapat berkumpul secara virtual dengan pengalaman 3D untuk belajar, bekerja, bermain, berkreasi dan bersosialisasi.

Jauh dari platform digital yang turut bergabung dan memberikan visinya, merek konsumen rumah mode Italia, yaitu Gucci, pada bulan Juli lalu berkolaborasi dengan Roblox untuk membuat koleksi khusus digital. Dan lainnya, Coca-Cola dan Clinique juga turut berkolaborasi dengan menjual token digital sebagai batu loncatan ke metaverse. Dan masih banyak lainnya perusahaan dalam berbagai bidang yang ikut terjun ke dalam metaverse ini.

Namun, apa itu Metaverse? Bagaimana hal itu akan diimplementasikan dalam kehidupan kita? 

Nantikan dalam artikel selanjutnya! (YR)

Leave a Reply

one + nineteen =